LEMBAR PENGESAHAN
Karya tulis yang berjudul “Enting-Enting Rebung” ini diajukan untuk memenuhi tugas mata
pelajaran IPA pada tahun pelajaran 2014/2015 di SMK Negeri 2 Kediri dan
dinyatakan telah mendapat persetujuan sebagai karya tulis.
Kediri,......... 2015
Disetujui oleh
Ketua Kelompok Guru
Pembimbing
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ENTING - ENTING REBUNG” ini
dengan baik.
Kami menyadari bahwa di dalam
penyusunan makalah ini terdapat kekurangan dan kesalahan baik disengaja maupun
tidak disengaja, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kami juga
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang banyak membantu dalam
penyusunan karya tulis ini. Ucapan terimakasih itu kami sampaikan kepada; Guru
pengajar yanga telah memberikan tugas makalah ini kepada kami, sehingga
pengetahuan kami mengenai materi semakin luas.
Semoga makalah ini dapat memberikan
konstribusi positif dan bermakna dalam proses pembelajaran. Dari lubuk hati
yang paling dalam, sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.
Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.
Terima kasih,
semoga bermanfaat.
Kediri,...........
2015
RINGKASAN
Rebung adalah
jenis tanaman yang masih asing bagi kalayak masyarakat umum, terlebihnya untuk
olahan rebung. Rebung merupakan tanaman tunas bambu muda.Tahukah kalian akan
manfaat dan kandungan rebung ?. Biasanya masyarakat memanfaatkan rebung sebagai
sayuran dan kerajinan tangan tanpa mengetaui kandungan serta gizi dalam rebung.
Disini kami
akan membahas tentang manfaat dan kandungan gizi serta cara pengolahannya. Kami
akan membuat olahan dari rebung dengan nama “Enting-Enting Rebung” dengan
proses dan perlakuan yang berbeda terhadap olahan rebung serta mengahasilkan
camilan yang dapat dinikmati semua orang setiap saat.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Di daerah kabupaten Kediri, terutama
di desa Punjul Kecamatan Plosoklaten sebagian penduduknya adalah petani. Kali
ini kami dari siswa SMK Negeri 2 Kediri akan membuat sebuah menu makanan dari
bambu muda ( Rebung ). Biasanya bambu di buat menjadi seabuah kerajinan tangan,
tapi kali ini kami akan membuat bambu menjadi “Enting-Enting Rebung”. Rebung
merupakan tanaman yang jarang di manfaatkan oleh menusia dalam kehidupan
sehari-hari. Sebagian rebung di manfaatkan sebagai soup. Berdasarkan uraian di
atas dan pemanfaatan rebung sebagai alternativ makanan pokok,maka kami ingin
membuat sebuah makanan yaitu “Enting-Enting Rebung”. Proses pembuatannya secara
mudah dan sederhana serta ramah lingkungan. Sehingga “Enting-Enting Rebung” ini
dapat dikonsumsi masyarakat sekitarnya dan tidak menggangu kesehatan, serta
ramah lingkungan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1 Dari
latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
2. Kandungan
gizi yang terdapat dalam rebung ?
3. Apakah
rebung dapat digunakan sebagai alternatif bahan untuk pembuatan “Enting-Enting”?
4. Bagaimana
proses pembuatan “Enting-Enting Rebung”?
5. Apakah
proses penggorengan rebung mempengaruhi rasa “Enting-Enting” ?
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dari
penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui
kandungan gizi yang terdapat dalam rebung
2. Mengetahui
pemanfaatan rebung sebagai alternatif pembuatan “Enting-Enting”
3. Mengetahui
proses pembuatan “Enting-Enting Rebung”
4. Mengetahui
pengaruh proses penggorengan rebung dalam pembuatan “Enting-Enting”
1.4 MANFAAT PENELITIAAN
1. Turut
berpatisipasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, dalam hal
diversifikasi pangan.
2. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai optimalisasi potensi rebung
dalam pembuatan enting-enting sehingga mampu menjadi alternatif pengganti
kacang dan ubi.
3. Menambah
niali ekonomis rebung
4. Memberikan
inovasi baru terhadap makanan yang sudah ada dan penghematan biaya produksi
yang digunakan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 TATA ILMIAH
Menurut
klasifikasi botani, tanaman bambu termasuk kelas Monocotyle doneae, ordo
Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus
asper Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung
terjadi pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung
dipanen saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan
diameter batang sekitar 7 cm. Apabila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja
rebung sudah menjadi tanaman bambu lengkap. Biasanya rebung yang diambil adalah
rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat
hidup menjadi bambu dewasa. Pada kalanya rebung yang telah berumur beberapa
minggu, berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Masyarakat pedesaan sudah paham
jenis rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda.
Namun, bila tidak ada, rebung yang mana pun dapat diambil untuk sayuran.
2.2 MANFAAT REBUNG
-
Menurunkan berat
badan
-
Menurunkan
kolesterol
-
Mengobati
masalah pernapasan
-
Meningkatkan
sistem kekebalan tubuh
-
Menyehatkan
pencernaan
-
Menurunkan
tekanan darah
-
Melawan
kanker
-
Menyembuhkan
bisul dan luka
-
Melancarkan
siklus menstruasi
-
Menginduksi persalinan
2.3KANDUNGAN GIZI REBUNG
Kandungan gizi
dalam 100 gram rebung (dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 65 %) adalah
sebagai berikut:
-
Energi sebesar 27 kilokalori,
-
Protein 2,6 gram,
-
Karbohidrat 5,2 gram,
-
Lemak 0,3 gram,
-
Kalsium 13 miligram,
-
Fosfor 59 miligram,
-
Dan zat besi 1 miligram.
-
vitamin A sebanyak 20 IU, vitamin B1 0,15
miligram dan vitamin C 4 miligram
BAB III
3.1 METODE PENELITIAN
3.1.1 VARIABEL PENELITIAN
Variabel bebas :
-
Rebung rebus yang digoreng
-
Rebung rebus
Variabel terikat :
-
Rasa, tekstur dan warna
-
Variabel kontrol
-
Pengolahan rebung
3.2 POPULASI DAN SAMPLE
·
Populasi : Rebung yang tidak terlalu tua
·
Sample : Tiap jenis rebung tiap perlakuan
3.3 JADWAL PENELITIAN
|
Tanggal pelaksanaan
|
Kegiatan yang Dilakukan
|
Tempat
|
|
27-Mar-2015
|
Melakukan
percobaan membuat "Enting-Enting"
|
Di rumah
|
|
03-Apr-15
|
Melakukan
percobaan membuat "Enting-Enting"
|
Di rumah
|
|
08-Apr-15
|
Melakukan uji
coba kualitas "Enting-Enting
|
Di sekolah
|
|
12-Mei-2015
sampai 15-Mei-2015
|
Pencarian
materi untuk penyusunan makalah
|
Di sekolah
|
3.4 ALAT DAN BAHAN
·
ALAT :
o
Kompor
o
Wajan
o
Panci
o
Tempat penirisan
o
Pisau
o
Sendok
o
Nampan
·
BAHAN :
o
Gula kelapa
o
Rebung
o
Air
o
Minyak
goreng
3.5 Cara Kerja
1. Memotong rebung
Potong
rebung menjadi pipih memanjang
2. Mencuci
rebung kemudian meniriskan
Tiriskan
rebung yang telah dipotong-potong pipih memanjang
3. Merebus
rebung ±20 menit
Masukkan
rebung yang telah ditiriskan ke dalam panci yang telah terisi ai mendidih
4. Meniriskan
rebung
Tiriskan
rebug yang sudah direbus
5. Menggoreng
kemudian meniriskan minyaknya
Masukkan
rebung ke dalam wajan yang berisi minyak yang panas, proses ini hanya berlaku
pada variable I (rebung digoreng terlebih dahulu). Goring rebung tersebut
hingga berwarna kecoklatan, dan tiriskan.
6. Mencairkan
gula dengan air sampai mendidih
Siapkan
2 panci, kemudian masukkan air ke dalam masing- masing panci dan masak hingga
mendidih. Lalu masukkan gula merah yang telah dipotong kecil-kecil pada
masing-masing panci. Tunggu hingga air dan gula menyatu dan cair. Dan masak
dalam api sedang
7. Masukkan
masing-masing variabel kedalam gula merah cair yang terpisah
Masukkan
variable I (rebung digoreng terlebih dahulu) ke dalam gula merah cair.
Masukkan
variable II (rebung hanya direbus) ke dalam gula merah cair
8. Membentuk
“Enting-Enting”
Cetak
masing-masing variable enting-enting tersebut menjadi bulatan pipih.
9. Menjemur
“Enting-Enting” di bawah sinah matahari
Jemur
“Enting-Enting” hingga kering & tidak lengket agar tidak berjamur.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL DAN DESKRIPSINYA
Membandingkan kualitas enting-enting (warna, tekstur, dan
rasa) dengan menggunakan proses penggorengan dan langsung pengolahan rebung
|
Pembanding
|
Variabel I
|
Variabel II
|
|
Warna
|
Coklat tua, warna lebih menarik
|
Coklat muda, warna kurang menarik
|
|
Tekstur
|
Lengket dan menempel digigi ketika
dikunyah
|
Renyah dan tidak menempel digigi
ketika dikunyah
|
|
Rasa
|
Manis, bau rebung terasa sekali
|
Manis, bau rebung tidak terlalu terasa
|
Keterangan:
Variabel I :
Setelah rebung direbus, rebung digoreng terlebih dahulu sebelum dicampur dengan
gula merah cair.
Variabel II :
Setelah rebung direbus, rebung langsung dicampur dengan gula merah cair.
4.2 PEMBAHASAN
Dari
hasil percobaan dapat dilihat, bahwa rebung yang digoreng terlebih dahulu
memiliki tekstur rebung yang lengket dan menempel digigi ketika dikunyah. Akan
tetapi “Enting-Enting Rebung” tersebut memiliki warna yang bagus . Sedangkan
rebung yang tidak digoreng memiliki warna yang lebih muda, tetapi memiliki rasa
yang renyah dan tidak menempel digigi ketika dikunyah. Selain itu rebung yang digoreng
terlebih dahulu bau rebungnya sangat terasa. Tetapi rebung yang hanya direbus
bau rebungnya tidak terlalu terasa.
Menurut klasifikasi botani, tanaman
bambu termasuk kelas Monocotyle doneae, ordo Graminales, subfamili
Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper Pemanenan
rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung terjadi pada musim
hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung dipanen saat
tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang
sekitar 7 cm. Apabila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja rebung sudah
menjadi tanaman bambu lengkap. Biasanya rebung yang diambil adalah rebung yang
tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi
bambu dewasa. Pada kalanya rebung yang telah berumur beberapa minggu, berhenti
tumbuh dan akhirnya mati. Masyarakat pedesaan sudah paham jenis rebung yang
tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda. Namun, bila tidak
ada, rebung yang mana pun dapat diambil untuk sayuran.
Ternyata
dalam rebung seberat 100 gram dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 65 %
memiliki energi sebesar 27 kilokalori, protein 2,6 gram, karbohidrat 5,2 gram,
lemak 0,3 gram, kalsium 13 miligram, fosfor 59 miligram, dan zat besi 1
miligram. Selain itu di dalam Rebung juga terkandung vitamin A sebanyak
20 IU, vitamin B1 0,15 miligram dan vitamin C 4 miligram.
BAB V
PENUTUP
· KESIMPULAN
1.
Rebung memiliki banyak gizi yang sangat
bermanfaat bagi tubuh manusia
2.
Rebung dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk
membuat enting-enting
3.
Proses penggorengan rebung berpengaruh pada
tekstur dan rasa dari “Enting-Enting Rebung”
· SARAN
1.
Rebung memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi
tubuh manusia, seharusnya pemanfaatannya tidak hanya untuk sayur atau isi
lumpia saja
2.
Seharusnya rebung juga dikembangbiakan, tidak
hanya bergantung pada hasil alam.
3. Membuat tambahan varian
baru pada “Enting-Enting Rebung”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar