Jumat, 19 Juni 2015

CONTOH KARYA ILMIAH | "ENTING - ENTING REBUNG"



LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis yang berjudul “Enting-Enting Rebung” ini diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran IPA pada tahun pelajaran 2014/2015 di SMK Negeri 2 Kediri dan dinyatakan telah mendapat persetujuan sebagai karya tulis.


                                                                                                           Kediri,......... 2015

Disetujui oleh
              Ketua Kelompok                                                       Guru Pembimbing



                                                                                                                              
        






KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ENTING - ENTING REBUNG” ini dengan baik.
            Kami menyadari bahwa di dalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan dan kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang banyak membantu dalam penyusunan karya tulis ini. Ucapan terimakasih itu kami sampaikan kepada; Guru pengajar yanga telah memberikan tugas makalah ini kepada kami, sehingga pengetahuan kami mengenai materi semakin luas.
            Semoga makalah ini dapat memberikan konstribusi positif dan bermakna dalam proses pembelajaran. Dari lubuk hati yang paling dalam, sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.
Terima kasih, semoga bermanfaat. 

                                                                                                             Kediri,........... 2015


 

RINGKASAN

Rebung adalah jenis tanaman yang masih asing bagi kalayak masyarakat umum, terlebihnya untuk olahan rebung. Rebung merupakan tanaman tunas bambu muda.Tahukah kalian akan manfaat dan kandungan rebung ?. Biasanya masyarakat memanfaatkan rebung sebagai sayuran dan kerajinan tangan tanpa mengetaui kandungan serta gizi dalam rebung.
Disini kami akan membahas tentang manfaat dan kandungan gizi serta cara pengolahannya. Kami akan membuat olahan dari rebung dengan nama “Enting-Enting Rebung” dengan proses dan perlakuan yang berbeda terhadap olahan rebung serta mengahasilkan camilan yang dapat dinikmati semua orang setiap saat.


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Di daerah kabupaten Kediri, terutama di desa Punjul Kecamatan Plosoklaten sebagian penduduknya adalah petani. Kali ini kami dari siswa SMK Negeri 2 Kediri akan membuat sebuah menu makanan dari bambu muda ( Rebung ). Biasanya bambu di buat menjadi seabuah kerajinan tangan, tapi kali ini kami akan membuat bambu menjadi “Enting-Enting Rebung”. Rebung merupakan tanaman yang jarang di manfaatkan oleh menusia dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian rebung di manfaatkan sebagai soup. Berdasarkan uraian di atas dan pemanfaatan rebung sebagai alternativ makanan pokok,maka kami ingin membuat sebuah makanan yaitu “Enting-Enting Rebung”. Proses pembuatannya secara mudah dan sederhana serta ramah lingkungan. Sehingga “Enting-Enting Rebung” ini dapat dikonsumsi masyarakat sekitarnya dan tidak menggangu kesehatan, serta ramah lingkungan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1      Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
2.      Kandungan gizi yang terdapat dalam rebung ?
3.      Apakah rebung dapat digunakan sebagai alternatif bahan untuk pembuatan “Enting-Enting”?
4.      Bagaimana proses pembuatan “Enting-Enting Rebung”?
5.      Apakah proses penggorengan rebung mempengaruhi rasa “Enting-Enting” ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui kandungan gizi yang terdapat dalam rebung
2.      Mengetahui pemanfaatan rebung sebagai alternatif pembuatan “Enting-Enting”
3.      Mengetahui proses pembuatan “Enting-Enting Rebung”
4.      Mengetahui pengaruh proses penggorengan rebung dalam pembuatan “Enting-Enting”

1.4 MANFAAT PENELITIAAN

1.  Turut berpatisipasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, dalam hal diversifikasi pangan.
2.  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai optimalisasi potensi rebung dalam pembuatan enting-enting sehingga mampu menjadi alternatif pengganti kacang dan ubi.
3.     Menambah niali ekonomis rebung
4.   Memberikan inovasi baru terhadap makanan yang sudah ada dan penghematan biaya produksi yang digunakan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


2.1 TATA ILMIAH

            Menurut klasifikasi botani, tanaman bambu termasuk kelas Monocotyle doneae, ordo Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung terjadi pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung dipanen saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang sekitar 7 cm. Apabila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja rebung sudah menjadi tanaman bambu lengkap. Biasanya rebung yang diambil adalah rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi bambu dewasa. Pada kalanya rebung yang telah berumur beberapa minggu, berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Masyarakat pedesaan sudah paham jenis rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda. Namun, bila tidak ada, rebung yang mana pun dapat diambil untuk sayuran.

2.2 MANFAAT REBUNG

-          Menurunkan berat badan
-          Menurunkan kolesterol
-          Mengobati masalah pernapasan
-          Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
-          Menyehatkan pencernaan
-          Menurunkan tekanan darah
-          Melawan kanker
-          Menyembuhkan bisul dan luka
-          Melancarkan siklus menstruasi
-          Menginduksi persalinan

2.3KANDUNGAN GIZI REBUNG

Kandungan gizi dalam 100 gram rebung (dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 65 %) adalah sebagai berikut:
-          Energi sebesar 27 kilokalori,
-          Protein 2,6 gram,
-          Karbohidrat 5,2 gram,
-          Lemak 0,3 gram,
-          Kalsium 13 miligram,
-          Fosfor 59 miligram,
-          Dan zat besi 1 miligram. 
-          vitamin A sebanyak 20 IU, vitamin B1 0,15 miligram dan vitamin C 4 miligram

BAB III

3.1 METODE PENELITIAN

3.1.1 VARIABEL PENELITIAN

Variabel bebas :
-          Rebung rebus yang digoreng
-          Rebung rebus
Variabel terikat :
-          Rasa, tekstur dan warna
-          Variabel kontrol
-          Pengolahan rebung

3.2 POPULASI DAN SAMPLE

·         Populasi    : Rebung yang tidak terlalu tua
·         Sample     : Tiap jenis rebung tiap perlakuan

3.3 JADWAL PENELITIAN

Tanggal pelaksanaan
Kegiatan yang Dilakukan
Tempat
27-Mar-2015
Melakukan percobaan membuat "Enting-Enting"
Di rumah
03-Apr-15
Melakukan percobaan membuat "Enting-Enting"
Di rumah
08-Apr-15
Melakukan uji coba kualitas "Enting-Enting
Di sekolah
12-Mei-2015 sampai 15-Mei-2015
Pencarian materi untuk penyusunan makalah
Di sekolah

3.4 ALAT DAN BAHAN

·         ALAT :
o   Kompor
o   Wajan
o   Panci
o   Tempat penirisan
o   Pisau
o   Sendok
o   Nampan
·         BAHAN :
o   Gula kelapa
o   Rebung
o   Air
o   Minyak goreng

3.5 Cara Kerja

1.      Memotong rebung
 Potong rebung menjadi pipih memanjang
2.      Mencuci rebung kemudian meniriskan
Tiriskan rebung yang telah dipotong-potong pipih memanjang
3.      Merebus rebung ±20 menit
Masukkan rebung yang telah ditiriskan ke dalam panci yang telah terisi ai mendidih
4.      Meniriskan rebung
Tiriskan rebug yang sudah direbus
5.      Menggoreng kemudian meniriskan minyaknya
Masukkan rebung ke dalam wajan yang berisi minyak yang panas, proses ini hanya berlaku pada variable I (rebung digoreng terlebih dahulu). Goring rebung tersebut hingga berwarna kecoklatan, dan tiriskan.
6.      Mencairkan gula dengan air sampai mendidih
Siapkan 2 panci, kemudian masukkan air ke dalam masing- masing panci dan masak hingga mendidih. Lalu masukkan gula merah yang telah dipotong kecil-kecil pada masing-masing panci. Tunggu hingga air dan gula menyatu dan cair. Dan masak dalam api sedang
7.      Masukkan masing-masing variabel kedalam gula merah cair yang terpisah
Masukkan variable I (rebung digoreng terlebih dahulu) ke dalam gula merah cair.
Masukkan variable II (rebung hanya direbus) ke dalam gula merah cair
8.      Membentuk “Enting-Enting”
Cetak masing-masing variable enting-enting tersebut menjadi bulatan pipih.
9.      Menjemur “Enting-Enting” di bawah sinah matahari
Jemur “Enting-Enting” hingga kering & tidak lengket agar tidak berjamur.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL DAN DESKRIPSINYA

Membandingkan kualitas enting-enting (warna, tekstur, dan rasa) dengan menggunakan proses penggorengan dan langsung pengolahan rebung
Pembanding
Variabel I
Variabel II
Warna
Coklat tua, warna lebih menarik
Coklat muda, warna kurang menarik
Tekstur
Lengket dan menempel digigi ketika dikunyah
Renyah dan tidak menempel digigi ketika dikunyah
Rasa
Manis, bau rebung terasa sekali
Manis, bau rebung tidak terlalu terasa
Keterangan:
Variabel I        : Setelah rebung direbus, rebung digoreng terlebih dahulu sebelum dicampur dengan gula merah cair.
Variabel II       : Setelah rebung direbus, rebung langsung dicampur dengan gula merah cair.
 




4.2 PEMBAHASAN

            Dari hasil percobaan dapat dilihat, bahwa rebung yang digoreng terlebih dahulu memiliki tekstur rebung yang lengket dan menempel digigi ketika dikunyah. Akan tetapi “Enting-Enting Rebung” tersebut memiliki warna yang bagus . Sedangkan rebung yang tidak digoreng memiliki warna yang lebih muda, tetapi memiliki rasa yang renyah dan tidak menempel digigi ketika dikunyah. Selain itu rebung yang digoreng terlebih dahulu bau rebungnya sangat terasa. Tetapi rebung yang hanya direbus bau rebungnya tidak terlalu terasa.
Menurut klasifikasi botani, tanaman bambu termasuk kelas Monocotyle doneae, ordo Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung terjadi pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung dipanen saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang sekitar 7 cm. Apabila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja rebung sudah menjadi tanaman bambu lengkap. Biasanya rebung yang diambil adalah rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi bambu dewasa. Pada kalanya rebung yang telah berumur beberapa minggu, berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Masyarakat pedesaan sudah paham jenis rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda. Namun, bila tidak ada, rebung yang mana pun dapat diambil untuk sayuran.
            Ternyata dalam rebung seberat 100 gram dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 65 % memiliki energi sebesar 27 kilokalori, protein 2,6 gram, karbohidrat 5,2 gram, lemak 0,3 gram, kalsium 13 miligram, fosfor 59 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Rebung juga terkandung vitamin A sebanyak 20 IU, vitamin B1 0,15 miligram dan vitamin C 4 miligram. 

BAB V

PENUTUP

·         KESIMPULAN

1.      Rebung memiliki banyak gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia
2.      Rebung dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat enting-enting
3.      Proses penggorengan rebung berpengaruh pada tekstur dan rasa dari “Enting-Enting Rebung”

·         SARAN

1.      Rebung memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, seharusnya pemanfaatannya tidak hanya untuk sayur atau isi lumpia saja
2.      Seharusnya rebung juga dikembangbiakan, tidak hanya bergantung pada hasil alam.
            3. Membuat tambahan varian baru pada “Enting-Enting Rebung”

DAFTAR PUSTAKA