Jumat, 25 Desember 2015

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, & Manfaat Danau

Pengertian danau adalah cekungan di permukaan bumi yang cukup luas dan digenangi oleh air.

Ciri- ciri danau:
airnya cukup dalam,
tumbuh-tumbuhan air hanya menutupi bagian tepi saja,
sudah terdapat gelombang di permukaan air,
permukaan air danau pada umumnya lebih tinggi dari pada permukaan air laut.

Jenis-jenis danau
Berdasarkan terbentuknya danau :
1). danau Vulkanik  adalah danau yang terjadi karena letusan gunung api yang menimbulkan kawah luas di puncaknya. Kawah tersebut kemudian terisi oleh air hujan dan terbentuklah danau. Contoh: danau Kawah Gunung Kelud dan Gunung Batur.
2). danau tektonik, yaitu danau yang terbentuk akibat gerak teknonik (bergesernya lapisan kulit bumi) sehingga menimbulkan cekungan pada permukaan kulit bumi. Cekungan tersebut terisi oleh air hujan atau terbendungnya aliran sungai sehingga airnya masuk ke daerah tersebut lalu terbentuklah danau. Contoh danau tektonik di Indonesia antara lain adalah: danau Toba, danau Singkarak, danau Maninjau, danau Tempe, danau Poso, dan danau Tondano
3). danau karst, yaitu danau yang terjadi di daerah kapur sebagai akibat proses pelarutan terhadap batuan kapur oleh air hujan sehingga lama-kelamaan membentuk cekungan yang akhirnya terbentuk danau. danau kapur yang tidak terlalu luas disebut  lokva (dolina). Beberapa buah lokva atau dolina ini dapat berkembang menjadi satu membentuk danau kapur yang lebih besar yang bentuknya seperti piring disebut  uvala. danau kapur banyak terdapat di selatan Pulau Jawa di daerah Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta.
4). danau bendungan, yaitu danau yang terbentuk karena daerah aliran sungai dibendung, baik secara alamiah maupun atas usaha manusia. danau bendungan yang terbentuk secara alamiah terjadi karena suatu aliran sungai terbendung oleh hasil letusan gunung api. COntoh : danau laut tawar di Aceh Tengah. danau bendungan yang dibuat oleh manusia yakni dengan cara membendung suatu daerah aliran sungai, disebut juga danau buatan, contoh : Waduk Jatiluhur, waduk saguling, dan waduk cirata di Jawa Barat ; Waduk Sempor, Waduk Cacaban, di Jawa Tengah ; Waduk Karangkates dan Waduk Selorejo di Jawa Timur.

Berdasarkan Jenis Airnya
a. danau air tawar yaitu danau yang berair tawar, danau jenis ini memiliki ciri yaitu memiliki pelepasan berupa sungai, contoh danau toba
b. danau air asin yaitu danau yang berair asin dimana danau jenis ini tidak memliki pelepasan, karena merupakan akhir dari sungai dan pelepasan hanya merupakan penguapan saja. Contoh : danau sentani (Papua).
c. danau air asam yaitu danau yang airnya berasal dari belerang. dan memiliki ciri : biasanya merupakan kawah gunung berapi yang berisi air hujan dan airnya berwarna hijau kekuning-kuningan. Contoh danau Tangkuban perahu. 

Berdasakan Kapasitas Air
a. danau permanen yaitu dana yang kapasitas airnya tidak dipengaruhi oleh musim
b. danau temporer  yaitu dana yang kapasitas airnya bersifat fluktuaktif (meluap ketika musim hujan dan surut ketika musim kemarau).

Berdasarkan Produksi Materi Organik
a. danau oligotropik Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciri-cirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b. danau eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciricirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.

Pembagian Daerah dalam Ekosistem Danau
1. Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi.Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air.
Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.
2. Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.  Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.
3. Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi  seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba
4. Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bento dan sisa-sisa organisme mati.

Komponen Biotik danau Berdasarkan Fungsinya
1) Produsen: terdiri dari golongan ganggang, ganggang hijau dan ganggang biru golongan spermatophyta, misal: eceng gondok, teratai, kangkung, genger,kiambang.
2) Konsumen: meliputi hewan-hewan, serangga, udang, siput, cacing, dan hewan-hewan lainnya.
3) Dekomposer/pengurai: sebagian besar terdiri atas bakteri dan mikroba lain.

Komponen Biotik danau Berdasarkan Kebiasaan Hidupnya Didalam Air
1) Plankton: terdiri atas fitoplankton (plankton tumbuhan) dan zooplankton (plankton hewan), merupakan organisme yang gerakannya pasif selalu dipengaruhi oleh arus air.
2) Nekton: organisme yang bergerak aktif berenang. Contoh: ikan, serangga air.
3) Neston: organisme yang beristirahat dan mengapung di permukaan air.
4) Bentos: organisme yang hidup di dasar perairan.
5) Perifiton: organisme yang melekat pada suatu substrat (batang, akar, batu-batuan) di perairan.

Komponen Biotik Danau Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan
1) Organisme autotrof: organisme yang dapat mensintesis makanannya sendiri. Tumbuhan hijau tergolong organisme autotrof, peranannya sebagai produsen dalam ekosistem air tawar.
2) Fagotrof dan Saprotrof: merupakan konsumen dalam ekosistem air tawar. Fogotrof adalah pemakan organisme lain, sedang Saprotrof adalah pemakan sampah atau sisa organisme lain.

Fungsi dan Manfaat Ekosistem Danau
1. sebagai sumber plasma nutfah yang berpotensi sebagai penyumbang bahan genetik;
2. sebagai tempat berlangsungnya siklus hidup jenis flora/fauna yang penting,
3. sebagai sumber air yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat sekitarnya (rumahtangga, industri dan pertanian);
4. sebagai tempat penyimpanan kelebihan air yang berasal dari air hujan, aliran permukaan, sungai-sungai atau dari sumber-sumber air bawah tanah;
5. memelihara iklim mikro, di mana keberadaan ekosistem danau dapat mempengaruhi kelembaman dan tingkat curah hujan setempat;
6. sebagai sarana transportasi untuk memindahkan hasil-hasil pertanian dari tempat satu ke tempat lainnya;
7. sebagai penghasil energi melalui PLTA;
8. sebagai sarana rekreasi dan objek pariwisata.
9. Sebagai sumber air yang paling praktis dan murah untuk kepentingan domestik maupun industri,
10. Sebagai sistem pembuangan yang memadai dan paling murah (Connell & Miller,1995).

Jumat, 19 Juni 2015

CONTOH KARYA ILMIAH | "ENTING - ENTING REBUNG"



LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis yang berjudul “Enting-Enting Rebung” ini diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran IPA pada tahun pelajaran 2014/2015 di SMK Negeri 2 Kediri dan dinyatakan telah mendapat persetujuan sebagai karya tulis.


                                                                                                           Kediri,......... 2015

Disetujui oleh
              Ketua Kelompok                                                       Guru Pembimbing



                                                                                                                              
        






KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ENTING - ENTING REBUNG” ini dengan baik.
            Kami menyadari bahwa di dalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan dan kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang banyak membantu dalam penyusunan karya tulis ini. Ucapan terimakasih itu kami sampaikan kepada; Guru pengajar yanga telah memberikan tugas makalah ini kepada kami, sehingga pengetahuan kami mengenai materi semakin luas.
            Semoga makalah ini dapat memberikan konstribusi positif dan bermakna dalam proses pembelajaran. Dari lubuk hati yang paling dalam, sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.
Terima kasih, semoga bermanfaat. 

                                                                                                             Kediri,........... 2015


 

RINGKASAN

Rebung adalah jenis tanaman yang masih asing bagi kalayak masyarakat umum, terlebihnya untuk olahan rebung. Rebung merupakan tanaman tunas bambu muda.Tahukah kalian akan manfaat dan kandungan rebung ?. Biasanya masyarakat memanfaatkan rebung sebagai sayuran dan kerajinan tangan tanpa mengetaui kandungan serta gizi dalam rebung.
Disini kami akan membahas tentang manfaat dan kandungan gizi serta cara pengolahannya. Kami akan membuat olahan dari rebung dengan nama “Enting-Enting Rebung” dengan proses dan perlakuan yang berbeda terhadap olahan rebung serta mengahasilkan camilan yang dapat dinikmati semua orang setiap saat.


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Di daerah kabupaten Kediri, terutama di desa Punjul Kecamatan Plosoklaten sebagian penduduknya adalah petani. Kali ini kami dari siswa SMK Negeri 2 Kediri akan membuat sebuah menu makanan dari bambu muda ( Rebung ). Biasanya bambu di buat menjadi seabuah kerajinan tangan, tapi kali ini kami akan membuat bambu menjadi “Enting-Enting Rebung”. Rebung merupakan tanaman yang jarang di manfaatkan oleh menusia dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian rebung di manfaatkan sebagai soup. Berdasarkan uraian di atas dan pemanfaatan rebung sebagai alternativ makanan pokok,maka kami ingin membuat sebuah makanan yaitu “Enting-Enting Rebung”. Proses pembuatannya secara mudah dan sederhana serta ramah lingkungan. Sehingga “Enting-Enting Rebung” ini dapat dikonsumsi masyarakat sekitarnya dan tidak menggangu kesehatan, serta ramah lingkungan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1      Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
2.      Kandungan gizi yang terdapat dalam rebung ?
3.      Apakah rebung dapat digunakan sebagai alternatif bahan untuk pembuatan “Enting-Enting”?
4.      Bagaimana proses pembuatan “Enting-Enting Rebung”?
5.      Apakah proses penggorengan rebung mempengaruhi rasa “Enting-Enting” ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui kandungan gizi yang terdapat dalam rebung
2.      Mengetahui pemanfaatan rebung sebagai alternatif pembuatan “Enting-Enting”
3.      Mengetahui proses pembuatan “Enting-Enting Rebung”
4.      Mengetahui pengaruh proses penggorengan rebung dalam pembuatan “Enting-Enting”

1.4 MANFAAT PENELITIAAN

1.  Turut berpatisipasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, dalam hal diversifikasi pangan.
2.  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai optimalisasi potensi rebung dalam pembuatan enting-enting sehingga mampu menjadi alternatif pengganti kacang dan ubi.
3.     Menambah niali ekonomis rebung
4.   Memberikan inovasi baru terhadap makanan yang sudah ada dan penghematan biaya produksi yang digunakan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


2.1 TATA ILMIAH

            Menurut klasifikasi botani, tanaman bambu termasuk kelas Monocotyle doneae, ordo Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung terjadi pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung dipanen saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang sekitar 7 cm. Apabila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja rebung sudah menjadi tanaman bambu lengkap. Biasanya rebung yang diambil adalah rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi bambu dewasa. Pada kalanya rebung yang telah berumur beberapa minggu, berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Masyarakat pedesaan sudah paham jenis rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda. Namun, bila tidak ada, rebung yang mana pun dapat diambil untuk sayuran.

2.2 MANFAAT REBUNG

-          Menurunkan berat badan
-          Menurunkan kolesterol
-          Mengobati masalah pernapasan
-          Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
-          Menyehatkan pencernaan
-          Menurunkan tekanan darah
-          Melawan kanker
-          Menyembuhkan bisul dan luka
-          Melancarkan siklus menstruasi
-          Menginduksi persalinan

2.3KANDUNGAN GIZI REBUNG

Kandungan gizi dalam 100 gram rebung (dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 65 %) adalah sebagai berikut:
-          Energi sebesar 27 kilokalori,
-          Protein 2,6 gram,
-          Karbohidrat 5,2 gram,
-          Lemak 0,3 gram,
-          Kalsium 13 miligram,
-          Fosfor 59 miligram,
-          Dan zat besi 1 miligram. 
-          vitamin A sebanyak 20 IU, vitamin B1 0,15 miligram dan vitamin C 4 miligram

BAB III

3.1 METODE PENELITIAN

3.1.1 VARIABEL PENELITIAN

Variabel bebas :
-          Rebung rebus yang digoreng
-          Rebung rebus
Variabel terikat :
-          Rasa, tekstur dan warna
-          Variabel kontrol
-          Pengolahan rebung

3.2 POPULASI DAN SAMPLE

·         Populasi    : Rebung yang tidak terlalu tua
·         Sample     : Tiap jenis rebung tiap perlakuan

3.3 JADWAL PENELITIAN

Tanggal pelaksanaan
Kegiatan yang Dilakukan
Tempat
27-Mar-2015
Melakukan percobaan membuat "Enting-Enting"
Di rumah
03-Apr-15
Melakukan percobaan membuat "Enting-Enting"
Di rumah
08-Apr-15
Melakukan uji coba kualitas "Enting-Enting
Di sekolah
12-Mei-2015 sampai 15-Mei-2015
Pencarian materi untuk penyusunan makalah
Di sekolah

3.4 ALAT DAN BAHAN

·         ALAT :
o   Kompor
o   Wajan
o   Panci
o   Tempat penirisan
o   Pisau
o   Sendok
o   Nampan
·         BAHAN :
o   Gula kelapa
o   Rebung
o   Air
o   Minyak goreng

3.5 Cara Kerja

1.      Memotong rebung
 Potong rebung menjadi pipih memanjang
2.      Mencuci rebung kemudian meniriskan
Tiriskan rebung yang telah dipotong-potong pipih memanjang
3.      Merebus rebung ±20 menit
Masukkan rebung yang telah ditiriskan ke dalam panci yang telah terisi ai mendidih
4.      Meniriskan rebung
Tiriskan rebug yang sudah direbus
5.      Menggoreng kemudian meniriskan minyaknya
Masukkan rebung ke dalam wajan yang berisi minyak yang panas, proses ini hanya berlaku pada variable I (rebung digoreng terlebih dahulu). Goring rebung tersebut hingga berwarna kecoklatan, dan tiriskan.
6.      Mencairkan gula dengan air sampai mendidih
Siapkan 2 panci, kemudian masukkan air ke dalam masing- masing panci dan masak hingga mendidih. Lalu masukkan gula merah yang telah dipotong kecil-kecil pada masing-masing panci. Tunggu hingga air dan gula menyatu dan cair. Dan masak dalam api sedang
7.      Masukkan masing-masing variabel kedalam gula merah cair yang terpisah
Masukkan variable I (rebung digoreng terlebih dahulu) ke dalam gula merah cair.
Masukkan variable II (rebung hanya direbus) ke dalam gula merah cair
8.      Membentuk “Enting-Enting”
Cetak masing-masing variable enting-enting tersebut menjadi bulatan pipih.
9.      Menjemur “Enting-Enting” di bawah sinah matahari
Jemur “Enting-Enting” hingga kering & tidak lengket agar tidak berjamur.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL DAN DESKRIPSINYA

Membandingkan kualitas enting-enting (warna, tekstur, dan rasa) dengan menggunakan proses penggorengan dan langsung pengolahan rebung
Pembanding
Variabel I
Variabel II
Warna
Coklat tua, warna lebih menarik
Coklat muda, warna kurang menarik
Tekstur
Lengket dan menempel digigi ketika dikunyah
Renyah dan tidak menempel digigi ketika dikunyah
Rasa
Manis, bau rebung terasa sekali
Manis, bau rebung tidak terlalu terasa
Keterangan:
Variabel I        : Setelah rebung direbus, rebung digoreng terlebih dahulu sebelum dicampur dengan gula merah cair.
Variabel II       : Setelah rebung direbus, rebung langsung dicampur dengan gula merah cair.
 




4.2 PEMBAHASAN

            Dari hasil percobaan dapat dilihat, bahwa rebung yang digoreng terlebih dahulu memiliki tekstur rebung yang lengket dan menempel digigi ketika dikunyah. Akan tetapi “Enting-Enting Rebung” tersebut memiliki warna yang bagus . Sedangkan rebung yang tidak digoreng memiliki warna yang lebih muda, tetapi memiliki rasa yang renyah dan tidak menempel digigi ketika dikunyah. Selain itu rebung yang digoreng terlebih dahulu bau rebungnya sangat terasa. Tetapi rebung yang hanya direbus bau rebungnya tidak terlalu terasa.
Menurut klasifikasi botani, tanaman bambu termasuk kelas Monocotyle doneae, ordo Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung terjadi pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung dipanen saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang sekitar 7 cm. Apabila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja rebung sudah menjadi tanaman bambu lengkap. Biasanya rebung yang diambil adalah rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi bambu dewasa. Pada kalanya rebung yang telah berumur beberapa minggu, berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Masyarakat pedesaan sudah paham jenis rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda. Namun, bila tidak ada, rebung yang mana pun dapat diambil untuk sayuran.
            Ternyata dalam rebung seberat 100 gram dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 65 % memiliki energi sebesar 27 kilokalori, protein 2,6 gram, karbohidrat 5,2 gram, lemak 0,3 gram, kalsium 13 miligram, fosfor 59 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Rebung juga terkandung vitamin A sebanyak 20 IU, vitamin B1 0,15 miligram dan vitamin C 4 miligram. 

BAB V

PENUTUP

·         KESIMPULAN

1.      Rebung memiliki banyak gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia
2.      Rebung dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat enting-enting
3.      Proses penggorengan rebung berpengaruh pada tekstur dan rasa dari “Enting-Enting Rebung”

·         SARAN

1.      Rebung memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, seharusnya pemanfaatannya tidak hanya untuk sayur atau isi lumpia saja
2.      Seharusnya rebung juga dikembangbiakan, tidak hanya bergantung pada hasil alam.
            3. Membuat tambahan varian baru pada “Enting-Enting Rebung”

DAFTAR PUSTAKA